KEKERABATAN URANG SUNDA DENGAN PENDUDUK ATLANTIS



Artikel ini dibuat karena terinspirasi oleh sebuah tulisan di Harian REPUBLIKA edisi hari Sabtu tanggal 18 Juli 2005 halaman 3 yang berjudul “Benua Atlantis Ada di Indonesia?”. Dalam tulisan tersebut dipaparkan bahwa meski para ahli sudah 5000 buku yang membahas tentang benua yang hilang (Atlantis), tapi keberadaannya tetap merupakan misteri. Baik meliputi lokasi, penduduk maupun teknologinya.

OBROLAN MENUJU JAKARTA         

SUNDA LAND
Ada kalimat yang menarik dalam tulisan pada harian REPUBLIKA di atas, yaitu: “
Sebagian arkeolog Amerika Serikat meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar – dua kali luas negara India -  bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun yang lalu, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.

Menurut ketua LIPI, Prof. Umar Anggara Jenny, salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis – jika benar – adalah Pulau Natuna. Berdasarkan kajian biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua.

Bangsa Austronesia dinyatakan memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi seperti bayangan bangsa Atlantis yang disebut-sebut dalam mitos Plato.

Ketika  zaman es berakhir, yang ditandai dengan ‘tenggelamnya Benua Atlantis’  bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru, populasi yang sudah maju, Proto Austronesia, menyebar hingga ke Asia daratan ke Mesopotamia. Mereka lalu menciptakan kebudayaan lokal dan bahasa pada masyarakat lokal yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.

Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan fenomena besar dalam sejarah manusia, berasal dari Sunda Land. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di pulau barat hingga Pulau Paskah di timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.”

Benarkah hal ini? Subhanallah, jika hal ini benar adanya, maka kita sebagai bangsa Indonesia patut berbangga. Masalahnya, bagaimana bangsa Indonesia kembali mengupayakan kejayaan seperti masa lalu?

LOMPATAN TEKNOLOGI ATLANTIS & URANG SUNDA

SEUJUNG RAMBUT
Perbedaan antara orang gila dan orang jenius, ibarat seujung rambut, yaitu terletak pada realisasi.
11.600 : 100 th = 116 keturunan. 116 : 7 = 16,5

Author

Written by Admin

Terimakasih telah berkunjung ke Blog Hikmatul Iman Kuningan. Tinggalkan kritik dan saran dengan bahasa yang sopan dan santun melalui kotak komentar, dan sertakan link bila anda mengcopy paste.

0 komentar:

Comment Here!