• Latihan Pengolahan Tenaga dalam
  • Hikmatul Iman Kuningan in Pangandaran

Agenda Sampai April 2014


read more →

Reportase BAKSOS Hikmatul Iman Cabang Kuningan (8/12)

1483436_621833214539832_499554073_n

Minggu pagi yang cerah (8/12). Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman Cabang Kuningan memulai aktivitasnya di acara Bakti sosial pengobatan masal yang diadakan di Aula masjid SMAN 3 Kuningan, yang tepatnya berlokasi di depan lapang pandapa Paramarta, tempat berkumpulnya warga Kuningan pada acara Car Free Day disetiap minggunya. Penerapi dari anggota HI yang datang ada 35 orang yang terdiri dari berbagai tingkat dari Pra Dasar hingga Dasar 7. Acara Bakti sosial ini dilaksanakan serempak di berbagai titik di Indonesia yaitu di kota bandung (Buah Batu, UIN, Cikutra, Cisarua, Caringin, Vallgara), surabaya dan Kuningan.

Baksos beserta stan obat-obatan herbal HI sudah di buka sejak pukul 6 pagi. Sebagian besar pasiennya dari kalangan wanita. Dari 55 orang pasien yang terdaftar, penyakit yang dikeluhkan macam-macam, 90% keluhan dari pasien merupakan penyakit yang disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang kurang teratur. Ada yang mengeluh ginjal, masalah penglihatan, diabetes, jantung, maag, dan lain sebagainya. Pasien yang umumnya usia dewasa, merespon positif acara ini, terutama Kepala Sekolah SMAN 3 Kuningan sendiri yang antusias dan ingin acara ini berlanjut dari minggu ke minggu. Lebihnya lagi, ada seorang aktivis dari Komunitas HIV AIDS yang mengajak kerjasama untuk baksos ke desa-desa. “Jadi ketika baksos berlangsung, Tim kami bisa mengecek gejala penyakin HIV AIDS dari keluhan pasien yang diterapi.” papar seorang aktifis TIM HIV AIDS. Dan dari Hikmatul Iman (HI) sendiri sependapat dan setuju dengan rencana ini. Malah seusai acara (12:00 WIB), Ketua K2C (Kepelatihan dan Keorganisasian Cabang) yang biasa disapa kang Ii membentuk struktur tim terapis untuk acara yang berkelanjutan ini.
Acarapun ditutup pukul 12.30.
read more →

Bakti Sosial Cabang Kuningan

Assalamu'alaikum, SAMPRAZAAN.




LSBD HI Cabang Kuningan akan mengadakan Bakti Sosial "PENGOBATAN MASSAL GRATIS"
Hari / Tanggal: Minggu, 8 Desember 2013
Waktu : 08.00 s/d selesai.
Tempat : Aula Masjid SMAN 3 KUNINGAN.

Bila akang/teteh ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini, silahkan datang langsung ke SMAN 3 Kuningan.

Terima Kasih.
read more →

“MUDAHNYA BATU KALI 5 RANGKAP”


Sore yang sangat indah, saya berada di tengah-tengah kota Kuningan. Tepatnya yaitu berada di tempat latihan Seni Bela Diri HIKMATUL IMAN INDONESIA Cabang Kuningan. 

Pada waktu itu saya sedang mengikuti latihan, yang mana saya baru muncul lagi setelah sekian lama absen. Alhamdulillah, walaupun setelah latihan badan saya terasa sakit, pegel-pegel, tapi saya merasa senang bisa mengikuti latihan dan berkumpul dengan sahabat-sahabat lama beserta para senior.

Hai para pembaca sebelum di lanjutkan perkenalkan dulu identitas saya:

Nama : Pendekar imso,  Waktu masa-masa SMA di Hikmatul Iman ini saya punya geng. Nama gengnya adalah... F4.... Hehehehe salah satunya adalah Ndan Agus Suhendra. Saat itu kami terkenal dengan ketangguhan dari 4 orang itu, hehehehehe kami ber empat yaitu Ndan Agus, Imso, Anton dan Yana yang Alhamdulillah sampe saat ini kita masih tetap terjaga silaturahmi nya...hehehe

Eiiiiiiiiiittttttttttt.......................
Malah ngebahas F4..... F4 itu mah entar ada sejarah nya khusus. hahahahahaha.

Ketika pertama lagi latihan, jujur apa yang dilatihkan terasa susah dan berat. Mungkin dikarenakan keadaan tubuh yang melemah dan kadaan badan yang membesar. Latihannya terasa berat, padahal latihan sepeti itu latihan yang bisa di katakan ringan (Waktu Muda) heheheheehe. Sebatas latIhan Tenaga Dalam dan Melakukan penyeimbang selama 10 Menit. Tapi saat ini semua itu terasa jadi berat karena disebabkan tidak terbiasa nya kembali latihan.

So, kepada Akang dan Teteh jangan penah berhenti latihan karena semua itu hanya akan melemahkan tubuh kita (tetap semangat latihan yaaaaaaa). Setelah selesai latihan, di season terakhir kami melakukan pematahan batu kali 5 Rangkap. Setelah di lihat dan di amati si Batu Kali, “Mudah dan Enteng” (Dalam Hati) hehehe.

Kami melakukan pemukulan secara bergiliran. Sampailah pada giliran saya untuk melakukan pemukulan batu kali. “ Ambil posisi, ancang-ancang, Prrraaaaaaaakkkk...!!!”
HEEEGGGGKKKKKKKKKK..... batu kali yang kelihatan manis dan rapuh itu ternyata AMAT SANGAT KERAAAAAASSSS.......  

Setelah selesai memukul saya berdiri dan kembali ke belakang ke antrian barisan (sambil mengelus tangan yang sakit) hehehehehe. Kami melakukan  pemukulan secara terus menerus dan bergantian. Yang pada akhirnya pemukulan dihentikan dan Alhamdulilllah batu kali yang tadinya kelihatan manis  dan rapuh skarang kelihatan lebih gagah dan menyeramkan dan menantang untuk di pukul kelmbali. hehehehehehe.

Tapi saya tidak akan patah semangat.  Suatu saat saya yakin kita dapat mematahkan batu kali itu, kita dapat menaklukan batu kali ituuuuuuuu! Pastinya kita semua harus memperkuat diri kita lagi dengan cara harus tetap semangat  dan rajin latihan.

BERSAMMBUUUUUUNGGGGGGGG.

read more →

Cerpen “Takdir-Mu”



Maha besar Allah yang telah memberi segala macam karunia kepada kita selaku hamba-Nya, memberikan rizki dan berbagai nikmat yang hanya Allah yang dapat memberikan itu semua. Dari beribu-ribu hal yang Allah berikan, cinta adalah yang paling aku rasakan saat ini. Baik cinta terhadap-Nya, cinta pada orang tua, kepada keluarga besar, cinta kepada teman hingga cinta pada lawan jenis.

Sungguh indah islam membahas mengenai cinta, apalagi cinta yang benar-benar nyata dan hakiki, yaitu cinta kita sebagai hamba kepada Allah Sang Maha Pencipta apa-apa yang ada di bumi dan apa-apa yang ada di langit. Kini bicara mengenai cinta, sepertinya banyak orang yang salah mengartikan. Yang lebih menyedihkan lagi pacaran adalah hal yang wajar di kalangan masyarakat.

Begitu pula yang aku tangkap dalam pergaulanku di kampus, banyak sekali teman-temanku yang berpacaran, sering beberapa pasangan berangkat ke kampus bersama-sama. Awalnya aku pernah merasa iri melihat kebahagiaan dan kebersamaan mereka, yang kemana-mana selalu berdua, selalu bersama, hingga mengerjakan tugas pun berdua. Aku piker, ketika itu jika aku pun memiliki pacar aku akan memiliki teman berbagi, serta mendapatkan bantuan dari pacarku itu.
Ta, pulang bareng nanti?” tanyaku pada Tita, sahabatku.
“Sorry Han kayanya gue pulang sama Randi.” Jawab Tita.
Ya, Tita sahabatku pun sudah memiliki pacar, mereka sudah lama berpacaran hampir empat tahun. Jika aku perhatikan contoh pacaran dari sahabatku Tita, mereka terkadang akur tapi terkadang ribut besar. Apalagi hanya gara-gara masalah sepele, jika sudah seperti itu Tita pasti curhat sambil menangis padaku. Aku semakin bingung sebenarnya apa itu pacaran, dan apakah pacaran benar-benar menggunakan cintanya untuk mencintai pasangannya.

Yang aku tau cinta adalah salah satu anugrah terindah yang Allah ciptakan dan berikan kepada setiap makhluknya. Karena cinta kehidupan di dunia ini terasa harmonis, seimbang dan nyaman. Tapi yang aku heran mengapa masih ada kekerasan yang terjadi di sebuah rumah tangga, bahkan ketika masih pacaran. Bukankah ketika sudah berkomitmen kita harus menjaga cinta kita juga cinta yang di beri oleh pasangan kita.

Kehidupan yang aku jalani memang semuanya sudah di atur oleh Allah, namun itu pun karena pilihan yang kita ambil jadi semua pilihan pasti dan harus kita jalani dengan ikhlas. Melihat usiaku yang sebentar lagi pas untuk menikah aku pun tidak ingin salah mengambil keputusan ketika harus memilih pasangan hidup.

Aku jadi teringat beberapa laki-laki yang pernah dekat denganku dan akhirnya mundur, menyerah begitu saja.
“Aku Gio, fakultas teknik mesin, kamu?”
“Aku Hana, fakultas teknik informatika.” Jawabku.
Ketika itu ada seorang pemuda yang mengajakku berkenalan, namanya Gio. Ternyata Gio sudah sejak lama ingin berkenalan denganku, aku tau itu dari Tita, karena Gio pernah bertanya langsung pada Tita tentang identitasku.

Sejak perkenalan itu aku dan Gio sering mengobrol, meski fakultas kami berbeda entah kenapa setiap jadwal perkuliahanku selesai dia selalu ada di depan kelas menunggu aku dan Tita. Ketika aku dan Tita keluar kelas, Gio menghampiriku dengan membawakan sebotol air mineral, pasti saja setiap kali dia menungguku dia akan memberikanku minuman. Dan entah kenapa, jikalau Gio menghampiriku, Tita selalu tiba-tiba menghilang seperti sudah di set keadaannya menjadi hanya aku dan Gio saja berdua.

Jika sudah seperti ini aku menjadi tidak enak hati bila menolak untuk mengobrol, akhirnya kami pun mengobrol lagi. Banyak hal yang kami obrolkan, dari masalah mengenai perkuliahan, keluarga, kesukaan dan tiba-tiba Gio menanyakan pasangan.
“Han, kamu udah punya pacar?” tanya Gio.
Kenapa Gio harus bertanya dengan pertanyaan seperti itu, apa ketika seorang wanita di dekati seorang pria hanya karena sang pria ingin menjadikan wanita tersebut sebagai pacarnya.
“Belum.” Jawabku singkat.
“Oya, kalo gitu mau ga jadi pacarku?”
“…”
Ketika Gio memintaku menjadi pacarnya, ada rasa bahagia di hati ini, karena bisa saja ketika aku menerima cintanya aku akan memiliki pacar, sama seperti Tita dan teman-temanku yang lain. Tapi di sisi lain entah kenapa aku teringat kata-kata ayahku, bahwa aku tidak boleh pacaran, jika ingin pacaran aku harus menikah dulu. Tidak berpikir lama aku pun menjawab.
“Gio, kalo kamu mau jadi pacar aku, kata ayah kamu harus nikahi aku dulu.”
Tiba-tiba Gio tertawa dan menjawab.
“Hah? Nikahin kamu? Aku kan cuma minta kamu jadi pacar aku, kenapa harus nikahin kamu dulu, lagian kalo nikah aku belum siap.”
Mendengar jawaban Gio yang sepertinya memandang sebelah mata tentang cinta aku langsung tahu orang seperti apa Gio itu. Ayahku pernah bilang, jika ada seorang pria yang hanya ingin menjadikan aku sebagai pacarnya saja itu berarti pria tersebut hanya ingin mempermainkan perasaanku juga tidak memakai setulus cintanya dalam mencintaiku.
“Ayah akan langsung setuju jika ada pria yang langsung melamarmu nak.”
Kalimat itu aku baru mengerti apa yang ayahku maksudkan, karena kejadian dan sikap Gio aku menjadi lebih tau harus memilih seperti apa yang akan menjadi pendampingku nanti.
Sejak saat itu, lebih tepatnya sejak aku menolak permintaan Gio, hari-hari berikutnya Gio tidak menungguku lagi di depan kelas seperti biasanya, Gio tidak pernah lagi terlihat di sekitar gedung fakultasku.

Aku semakin yakin bahwa Gio bukan pria yang pas yang akan menjadi pasanganku nanti, baru di tantang seperti itu saja dia langsung kabur, apalagi jika kita benar-benar pacaran dan ada sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi, hmmm pasti Gio akan menghilang juga, pergi tanpa mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Maha besar Allah yang memberikan apa-apa yang hambanya butuhkan, yang menunjukan pada setiap hambanya kebesaran yang Dia miliki. Jika saja imanku ini runtuh aku pasti akan menyesal akhirnya, namun ternyata Allah masih sangat sayang padaku, Allah menunjukan padaku apa arti cinta yang sebenarnya dan menunjukan bahwa saat ini aku belum membutuhkan seorang pendamping, sabarlah yang harus aku lakukan sekarang.

Sejak kejadian itu, aku semakin berhati-hati bila di dekati oleh seorang pria. Bukannya aku berprasangka buruk pada semua pria, tapi aku masih takut kalau-kalau mereka mendekatiku hanya karena ingin menjadikan aku pacarnya.
“Assalamu’alaikum Han.” Sapa seorang pria.
“wa’alaikumsalam.” Jawabku pada Ihsan.
Ihsan adalah teman satu fakultasku, memang sejak awal perkuliahan kami berdua sudah akrab, namun hanya sebatas teman satu kelas saja. Tapi sejak beberapa bulan terakhir ini entah kenapa Ihsan lebih sering menyapa dan mengajaku ngobrol.

Seperti hari ini, dia mengajakku makan siang bersama, katanya ada hal yang harus di bicarakan dan tidak bisa di tunda-tunda lagi. tanpa berfikir panjang aku pun mengiyakan ajakannya, dan kami pergi ke kantin yang tidak jauh dari kelas. Setelah kami duduk dan selesai memesan makanan akhirnya Ihsan memulai percakapan.
“Han, sorry ya sebelumnya, aku mau tanya kamu sudah memiliki pendamping?”
Degg, kenapa tiba-tiba Ihsan bertanya seperti itu, apakah Ihsan type pria seperti Gio, yang hanya beberapa bulan mendekati aku untuk menjadikan aku pacarnya.
“Maaf San maksudnya kenapa ya kamu tanya soal itu?” jawabku.
Setelah panjang lebar Ihsan menjelaskan apa maksud pertanyaan dia, aku hanya tertunduk, diam dan pamit pulang padanya. Aku tidak peduli dengan pesanan makanan yang baru saja akan sampai di mejaku, aku tidak peduli dengan perasaan Ihsan saat itu, yang ingin aku lakukan saat itu juga adalah pergi sejauh mungkin dari Ihsan dan mencari Tita.
“Halo Ta, kamu di mana?” tanyaku ketika di ujung sana Tita menjawab telponku.
“Gue di perpus, lu nangis Han, kenapa?” jawab Tita dengan panic.
“Taman belakang kampus, sekarang Ta.”
Tidak menunggu waktu yang lama Tita akhirnya sampai di taman yang aku maksud, Tita akan langsung mengerti jika aku hanya mengatakan tempat itu, karena di tau disanalah biasanya aku meluapkan kesedihanku padanya.

Melihat aku yang menagis Tita hanya memelukku dan menepuk-nepukan tangannya di punggungku, agar aku merasa tenang dan bisa memulai cerita.

Setelah merasa lebih baik dan tenang, akhirnya aku mulai menceritakan kejadian yang aku alami, semuanya aku ceritakan sedetil-detilnya dan hingga kata-kata yang keluar dari mulut Ihsan di kantin tadi.

Memang sejak beberapa bulan terakhir ini Ihsan begitu sangat perhatian padaku, dia selalu mengikuti kegiatan yang aku kerjakan di kampus, dia melakukan semua itu karena dia ingin tahu betul-betul siapa aku, seperti apa karakterku, dan seperti apa sifatku. Setelah berbulan-bulan itu Ihsan pun berhasil mengetahui detil apa yang aku kerjakan, apa yang aku suka, apa yang tidak aku suka, semua sifatku, karakterku hingga type pria yang aku suka dia pun mengetahuinya.
“Maaf Han, bukannya aku memata-matai kamu beberapa bulan terakhir ini, tapi sungguh Han aku melakukan ini semua karena aku ingin membantu sahabatku yang sejak dulu suka sama kamu, yang dulu pernah kamu tolak, dan sekarang dia kan siap melamarmu, menemui ayahmu.” Itulah yang dikatakan oleh Ihsan ketika di kantin tadi.
Betapa jahatnya hati ini dulu menilai buruk tentang Gio, berprasangka yang tidak baik kepada setiap pria termasuk Ihsan, temanku yang sangat baik. Itulah yang membuat aku menangis, menangis mengingat kebodohan dan ketidaktahuan yang selama ini aku menebak-nebak. Padahal diri ini tau ada yang lebih tau dari siapapun mengenai hati manusia, rencana Allah ini merupakan salah satu kebesaran-Nya yang aku rasakan, aku benar-benar merasa tersentak mendengar kabar Gio ternyata benar-benar mencintaiku sejak dulu, dia pun bahkan mengikuti apa yang aku minta, dia kan menemui ayahku.
“Maaf Han, sekarang aku sudah mengerti apa yang kamu minta dulu, maafkan aku yang sempat akan menggoyahkan imanmu, awalnya aku merasa sakit hati ketika kamu menolaku, tapi sejak saat itu aku tahu, kamu benar, kata-kata ayahmu itu benar, terimakasih Han telah membuat aku semakin mencintai Tuhanku, dan kejadian ini pasti telah Allah rencanakan untuk kita, hari ini setelah kejadian dua tahun lalu, aku Gio Rahardiantoro, sarjana S1 satu tahun lalu, dan telah bekerja di salah satu perusahaan di kota ini, siap menemui ayahmu dan melamarmu untuk menjadi istriku dan bukan lagi menjadi pacarku.” Kata Gio.
Ternyata sejak tadi Gio dan Ihsan menyusulku ke taman, dan mendengar kata-kata yang di ucapkannya aku semakin terharu dan hanya menangis melihat keajaiban dan kebesaran Allah yang lain dengan melalui Gio yang secara tidak langsung melamarku.
“Ya Allah inikah pria itu, pria yang akan kau jodohkan denganku, jika iya mohon berkahi kami, dan terimakasih atas segala kebesaran-Mu yang engkau berikan pada hamba, syukron ya Rab.” Batinku dalam hati.
About Author:
Koginara Numbone, lahir di kuningan, 14 maret 1994. Dalam bidang menulis baru tiga karyaku yang lolos dalam sebuah event dan Alhamdulillah di bukukan, semoga aku bisa memulai untuk menulis novel sendiri, semoga semua pembaca menyukai hasil karyaku ini.
read more →

Komik “MENGAMUKNYA SANG PENGHUNI DANAU”

IMG_0001

Tokoh:
-Akhsan Rival sebagai Ultraman Soul = anggota Tim Rescue TIARTE
-Panji sebagai Ultraman Bima
-Komandan Zain = Komandan TIARTE
-Harry = anggota Tim Rescue TIARTE
-Rika = Analisis Monster TIARTE
-Anton = anggota Tim Rescue TIARTE
-Fariz = Analisis senjata TIARTE
-Jack = Ketua Tim Rescue TIARTE
-Nelayan = Sahabat Erocas
-Pengebom  ikan = Penjahat penghancur lingkungan
-Monster Erocas = Monster penunggu danau
-Monster 1 = Monster kiriman Viruz
-Monster 2 = Monster kiriman Viruz
-Virus = Ultraman Jahat
Sinopsis :
Tenangnya ombak tiba-tiba berubah ketika suara ledakan Bom menyeruah ke sekitar danau. “Duaar..!!Duar!!” Rupanya itu ulah dari para penjahat yang menangkap ikan dengan cara memngebom danau. Erocas, monster penunggu danau mulai terusik dengan ulah manusia yang satu ini. Kemudian bermunculan masalah – masalah lain. Ultraman Soul, Ultraman bima dan Tim Rescue TEARTE mencoba untuk mengatasi kekacauan yang sedang melanda.
Bagaimana kisahnya? Langsung saja baca komik karya Muhamad Ikhsan anggota LSBD HI Kuningan ranting UNIKU. Selamat membaca… :)
IMG_0003
IMG_0004
IMG_0005
IMG_0006
IMG_0007
IMG_0008
IMG_0009
IMG_0010
IMG_0011
IMG_0012
IMG_0013
IMG_0014
read more →

INGIN LEBIH……………?? BERBAGILAH !


Ini pengalaman sewaktu saya masih duduk di bangku SMP kisaran tahun 2000. Sewaktu SMP saya tinggal bersama uwa saya di daerah Silebu Kecamatan Mandirancan (yang sekarang sudah beralih menjadi kecamatan Pancalang).
Suatu hari saya pulang kerumah orang tua di Kuningan, perjalanan pun saya lakukan dengan jalan kaki dari rumah karena dulu masih jarang angkot sampe wilayah Pakembangan. Dari sana baru bisa naik angkot menju Cilimus, lalu dari Cilimus naek angkot lagi yaitu angkot 04 jurusan Kuningan (dulu angkot 04/03 masih bisa masuk wilayah Cilimus).
Tak lama tibalah saya di kota Kuningan, ketika turun dari angkot saya melihat ada seorang pengemis tua yang sedang meminta belas kasihan pada orang-orang yang lewat di jalan sekitar wilayah PLAZA (yang sekarang Tamkot). Merasa terenyuh saya pun menghampirinya dan memberikan uang sebesar Rp.100,- itu pun sisa dari uang ongkos perjalanan pulang.
Setibanya dirumah, saya pun menemui ibu dan bapa untuk bersalaman. Karena merasa cape selama perjalanan, tak lama saya langsung masuk kamar dan tidur.
Pada siang harinya kakak saya yang tinggal di Majalengka pun datang berkunjung. Setelah ngobrol, dan melepas rindu dengan keluarga beliau pun meminta izin untuk pulang lagi ke Majalengka karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Sebelum pulang beliau memberi uang kepada saya sebesar Rp.1000,- (jumlah yang lumayan besar ketika itu).
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Isro’ ayat 5 dijelaskan bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan akan Allah ganti sebanyak 10x lipat. Dari mengeluarkan Rp. 100,-, Allah ganti uang saya menjadi Rp. 1.000,-.
Bayangkan jika uang atau kebaikan yang kita berikan itu lebih banyak, maka Allah akan memberikan kita lebih banyak lagi.

So, janganlah merasa takut kekurangan atau kehilangan jika kita berbagi ataupun berbuat kebaikan. Karena apa yang kita berikan akan kembali kepada kita dengan berlipat ganda. Intinya apa yang kita berikan sebenarnya buat kita juga…    

Post by: Ndan ii
(Ketua K2C)
read more →

Hasil photografi dan editan Pusat Informasi Ranting Kuningan

Pada tanggal 14 September 2013 Pusat Informasi LSBD Hikmatul Iman Indonesia Cabang Kuningan mengumpulkan Pusat Informasi Ranting (PIR) untuk sedikit mengajarkan trik editing foto menggunakan Paint dan Adobe Photoshop (klik foto lebih lanjut). Dan pada hari minggunya tanggal 15 September, PIR langsung praktek untuk mengabadikan momen menarik dalam bentuk photo. Inilah hasil pemotretan mereka, dan ada pula karya hasil editannya.

Hasil editan menggunakan Paint dan Adobe Photoshop
Oleh: Eka Sumaryana
(Photo 1)

 (Photo 2)

 (Hasil editan)


Hasil Pemotretan





read more →